Kamboja adalah destinasi aman yang menyambut wisatawan internasional. Pengunjung dapat menemukan kekayaan budayanya, lanskap yang memukau, dan “senyum Kamboja” yang tersohor. Menteri Pariwisata Huot Hak menyampaikan pesan ini pada Sidang Umum Pariwisata PBB ke-26 yang diselenggarakan dari Jumat hingga hari ini di Riyadh, Arab Saudi.
Dengan otorisasi tinggi dari Pemerintah Kerajaan Kamboja, Menteri Hak memimpin delegasi tingkat tinggi dari Kementerian Pariwisata untuk menghadiri Majelis, di mana ia menekankan perdamaian Kamboja, stabilitas politik, dan ketertiban umum yang kuat sebagai pilar utama yang mendukung keberhasilan pariwisata negara tersebut.
“Kamboja saat ini menikmati perdamaian, stabilitas politik, dan pertumbuhan ekonomi, dengan keselamatan dan keamanan terjamin di bawah slogan Perdana Menteri, ‘Pariwisata tumbuh dalam damai,’” kata Hak dalam pidatonya di sidang pleno.
Menteri juga menyoroti kekayaan wisata Kamboja, termasuk situs warisan budaya ternama seperti Angkor Wat, adat istiadat tradisional yang semarak, dan keindahan alam yang dapat dinikmati sepanjang tahun. Beliau menekankan keramahan negara yang hangat, yang terus meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan dari seluruh dunia.
Menteri tersebut mengatakan bahwa Majelis Umum, yang akan diselenggarakan Kamboja pada tahun 2026, akan menyelenggarakan KTT Negara-Negara Berbahasa Prancis ke-20. Acara ini akan diselenggarakan di Provinsi Siem Reap, yang dikenal sebagai pusat budaya Kamboja dan situs Angkor Wat.
Beliau mengundang seluruh delegasi dan anggota Majelis Umum untuk mengunjungi Kamboja dan merasakan kekayaan budayanya, keindahan alamnya, serta beragamnya potensi wisata yang ditawarkan. Beliau menekankan bahwa Kamboja siap menyambut pengunjung internasional dengan damai, aman, dan ramah.





